rasa bali di pantai ngobaran gunung kidul, yogyakarta

[Full Review] Pantai Ngobaran, Nuansa Bali Di Yogyakarta

Goodpiknik.com – Gunung kidul memang kaya akan wisata pantainya, berbagai macam pantai dengan ciri khas masing-masing bisa Kamu kunjungi saat piknik ke daerah Gunung Kidul. Nah, salah satu pantai dengan nuansa unik satu lagi yang akan kita bahas di sini adalah Pantai Ngobaran.

Berbeda dengan pantai yang lain, Pantai Ngobaran ini tidak hanya menawarkan suasana pantai dengan deburan ombak menantang khas pantai selatan, akan tetapi juga lekat dengan keanekaragaman kebudayaan yang masih terjaga sampai sekarang.

Pantai Ngobaran berada di tengah-tengah Pantai Nguyahan dan Pantai Ngrenehan. Lokasi pantai Ngobaran tepatnya berada di Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Apabila Kamu berkunjung ke Pantai ini, jangan harap Kamu akan bermain pasir putih atau berenang di laut yang dekat pantai. Hal ini karena kondisi Pantai Ngobaran berada di bawah tebing yang cukup curam dan berbahaya. Loh, lalu apa dong yang menarik di Pantai Ngobaran ini? Yukz, Mari kita telusuri bersama yaa..

bermain air di pantai ngobaran gunung kidul, yogyakarta
bermain air di pantai ngobaran gunung kidul, yogyakarta. (foto: Kompasiana.com)

Sejarah Singkat Pantai Ngobaran Sebagai Salah Satu Destinasi Wisata Yogyakarta

Nama Pantai Ngobaran, kalau berdasarkan cerita dari masyarakat setempat, berasal dari kata “kobaran” yang maknanya dikaitkan dengan nyala api yang besar. Nama ngobaran ini lekat dengan kisah yang terjadi masa lalu dan masih dipercaya oleh penduduk sekitar. Kisah ini yang melibatkan 2 (dua) kerajaan besarpada jaman dahulu, yaitu Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Demak.

Jadi, salah satu Raja Majapahit yang bernama Brawijaya V, mempunyai putra dari salah seorang selirnya. Putra tersebut kemudian di beri nama Raden Patah. Namun, akibat rasa cemburu dari permasuri Raja Brawijaya V, maka selirnya tersebut diberikan oleh raja kepada Adipati Demak saat itu. Singkat cerita, wilayah Demak kemudian berdiri sendiri menjadi sebuah kerajaan islam pertama dan memisahkan diri dari Majapahit. Lalu, Raden Patah pun kemudian berhasil menjadi Raja Demak.

Kemudian Kerajaan Demak yang dipimpin Raden Patah tersebut menyerang Majapahit dan berhasil membuat kerajaan Majapahit kewalahan. Akhirnya, Raja Brawijaya V pun dipaksa meninggalkan Kerajaannya menuju ke arah barat bersama putranya yang lain bernama Bondan Kejawan Setra. Pada akhirnya, Raja Brawijaya V sampai pada sebuah tempat di tepi laut yang tenang dan damai.

Di tempat itulah sang Raja kemudian memutuskan untuk “moksa” dengan cara upacara bakar diri. Raja lebih memilih untuk moksa daripada berperang dengan anaknya sendiri. Saat melakukan moksa inilah, api yang membakar tubuh sang Raja berkobar besar dan hebat. Hingga dari kobaran api yang besar dan dahsyat itulah tempat upaca moksa raja Brawijaya V kemudian diberi nama “Ngobaran”.

Baca Juga :  [Full Review] Kemolekan Pantai Krakal Yang Semakin Dilirik Wisatawan

Sebenarnya, kisah tentang Raja Brawijaya V ini mulai diragukan oleh para sejahrawan. Mereka menganggap bahwa bukti-bukti yang ada tidak cukup kuat untuk membuktikan kisah ini. Sejarahwan menganggap bahwa Raja Brawijaya V gugur saat terjadi penyerangan oleh kerajaan Kediri (Daha) dan perang tersebut terjadi sebelum kerajaan Demak menyerang kerajaan majapahit.

Para sejahrawan meyakini bahwa Raden Patah bukanlah anak durhaka yang menyerang kerajaan ayahnya sendiri. Kerajaan Demak menyerang Majapahit setelah pengganti Raja Brawijaya V dianggap hanyalah “boneka” dari kerajaan Kediri saat itu. Sehingga, kebenaran dari kisah yang berkembang di Pantai Ngobaran ini masih menjadi perdebatan. Hmmm…

situs patung dewa pantai ngobaran gunung kidul, yogyakarta
situs patung dewa pantai ngobaran gunung kidul, yogyakarta. (foto: cheakako.blogspot.co.id)

Keunikan Pantai Ngobaran Sebagai Obyek Wisata Yogyakarta

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, pantai ngobaran ini tidak memiliki pasir putih untuk bermain pasir. Pantai Ngobaran berada di bawah tebing yang curam dan banyak bebatuan di sekitarnya. Saat air laut sedang surut, akan terlihat kumpulan rumput laut di pesisir pantai berwarna hijau dan coklat. Rumput laut ini tampak indah saat dilihat dari atas, tampak seperti sawah yang hijau. Banyak terdapat binatang laut di area rumput laut dan bebatuan ini, mulai dari ikan kecil-kecil, landak laut bahkan berbagai macam kerang.

Namun, yang menarik dari Pantai Ngobaran ini adalah pesona kebudayaannya yang akan langsung tampak terlihat saat datang ke pantai ini. Pesona budaya ini tercermin dari adanya berbagai macam rumah ibadah yang ada di pantai ngobaran ini. Totalnya ada 4 (empat) rumah ibadah yang berdampingan di lokasi ini. Wah, rukun ya..

Trending Lainnya :

[Full Review] Pantai Sadranan, Surga Snorkeling Di Beningnya Laut Selatan Gunung Kidul

[Full Review] Pantai Nglambor Gunung Kidul: Snorkeling Dengan “Dua Kura Raksasa”

Rumah ibadah yang paling jelas terlihat adalah sebuah pura yang dilengkapi dengan patung Dewa berwarna putih. Pura inilah yang membuat pantai Ngobaran ini juga bernuansa seperti pantai-pantai di Bali. Pura ini didirikan pada tahun 2003 sebagai perhormatan kepada Raja Brawijaya V yang pernah hadir di lokasi ini. Namun bangunan Pura ini tidak dipakai oleh umat agama hindu, akan tetapi dipakai oleh penganut kepercayaan Kejawan (beda dengan Kejawen loh ya). Kejawan ini diambil dari nama salah satu putra Brawijaya V, yaitu Bondan Kejawan Setra, yang ikut serta menemani sang Raja sampai ke lokasi ini. Pura ini didirikan oleh salah seorang (yang mengaku) keturunan Brawijaya V dan menunjuk salah seorang penduduk setempat untuk menjaga bangunan ini.

Bila tadi adalah cerita mengenai penganut kepercayaan Kejawan, memang ada juga penganut kepercayaan Kejawen. Berbeda dengan penganut kepercayaan Kejawan, Penganut Kejawen ini melakukan peribadatan di sebuah rumah Joglo yang berada di sebelah kiri bangunan Pura tersebut. Berbedaan kepercayaan Kejawan dan Kejawen ini memang sedikit tidak jelas, mungkin Kamu bisa mencari tahu sendiri tentang perbedaan kedua kepercayaan ini dan memberikan penjelasan di kolom komentar di bagian bawah artikel ini hehe..

Baca Juga :  [Full Review] Pantai Baron Gunung Kidul: Kondisi, Kisah Unik Dan Fasilitas Terbaru
pantai ngobaran gunung kidul, yogyakarta
pantai ngobaran gunung kidul, yogyakarta. (foto: IG @bagusreza)

Saat menjelajah lebih jauh lagi, Kamu akan menemukan sebuah Kotak Batu. Terdapat pagar yang mengelilingi tanaman di sekitarnya. Konon, lokasi ini adalah tempat dimana Raja Brawijaya melakukan upacara moksa karena tidak ingin bertempur dengan anaknya sendiri, yaitu Raden Patah.

Tidak jauh dari lokasi yang dipercaya sebagai tempat moksa Raja Brawijaya V ini, Kamu akan menemukan Pura lagi. Hanya saja, Pura yang ini benar-benar dipakai sebagai tempat peribadatan umat Hindu. Sejarah mengenai pembangunan dan keberadaan Pura ini pun tidak terlalu jelas.

Setelah menemukan tempat peribadatan umat Kejawan, Kejawen dan Hindu, di dekat Pura untuk peribadatan umat Hindu tadi juga terdapat sebuah Mushola kecil dengan ukuran sekitar 3 x 4 meter. Ada yang aneh dari bangunan mushola ini, yaitu bangunannya yang menghadap ke selatan. *Looh kok? Bagian depan imamnya tampak terbuka sehingga langsung dapat melihat lautan. Saat dikonfirmasi mengenai alasan atau sejarah berdirinya mushola yang menghadap selatan ini tidak banyak yang tahu. Bahkan mereka sendiri pun juga heran akan arah mushola ini. Sehingga, masyarakat setempat memberikan arah panah sendiri yang menunjukkan kiblat dari mushola tersebut. Aneh ya..

Bila Kamu sudah puas menjelajah pesona kebudayaan yang ada di wisata jogja pantai Ngobaran ini, Kamu bisa turun ke bawah untuk melihat lebih dekat pantainya. Pada pagi hari, banyak penduduk yang memanen tanaman alga atau rumput laut untuk dijual guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan pada sore hari, penduduk sekitar kerap mencari landak laut untuk dimakan ataupun dijual di rumah makan sekitar. Untuk memasak landak laut ini memerlukan keahlian khusus loh agar bisa dimakan dengan aman. Bila Kamu penasaran, silahkan mencari menu landak laut di rumah makan sekitar pantai Ngobaran ini. Mak nyuss.

kondisi pesisir pantai ngobaran gunung kidul, yogyakarta
kondisi pesisir pantai ngobaran gunung kidul, yogyakarta. (foto: ragamtempatwisata.com)

Fasilitas Dan Harga Tiket Masuk Di Pantai Ngobaran Jogja

Saat berkunjung ke Pantai ngobaran ini, terdapat fasilitas bagi para pengunjung pantai yang sudah disiapkan oleh pihak pengelola tempat wisata. Fasilitas tersebut antara lain:

  1. Toko oleh-oleh
  2. Rumah makan dengan berbagai menu Sea Food
  3. Kamar mandi dan toilet yang cukup bersih
  4. Tempat Parkir
  5. Untuk Camping harus ijin ke pengelola pantai setempat
Baca Juga :  [Full Review] Keistimewaan Pantai Siung Gunung Kidul Yogyakarta

Sedangkan untuk penginapan di Pantai Ngobaran ini sayangnya belum ada. Penginapan terdekat ada di Pantai Baron, atau Kamu bisa memilih untuk Camping dengan ijin terlebih dahulu.

Harga tiket masuk pantai ngobaran ini IDR 3.000 per orang. Cukup murah untuk segala pesona yang ditawarkan di pantai ini.

mushola pantai ngobaran gunung kidul, yogyakarta
mushola pantai ngobaran gunung kidul, yogyakarta. (foto: Wisataku.net)
Akses Rute Menuju Ke Lokasi Wisata Pantai Ngobaran Jogja

Jarak tempuh menuju Pantai Ngobaran ini sekitar 27 Kilometer dari Kota Wonosari atau kurang lebih sekitar 1 Jam. Bagi Kamu yang berangkat dari Kota Yogyakarta, maka Kamu akan memerlukan kurang lebih 2 jam perjalanan untuk sampai ke Pantai Ngobaran. Nah, bagi Kamu yang masih bingung lewat mana rute menuju ke lokasi wisata Pantai Ngobaran ini, Kamu cukup menggunakan bantuan dari Google Maps dari smartphone Kamu dengan cara:

  • Download Google Maps di Play Store, kalau belum mempunyai aplikasi ini
  • Aktifkan fungsi GPS pada smartphone Kamu
  • Buka aplikasi Google Maps
  • Ketik Pantai Ngobaran dibagian pencarian
  • Apabila sudah ketemu, klik pada tombol “Petunjuk Arah atau Direction
  • Saat GPS Kamu Aktif, maka Google Maps akan memberikan rute dari lokasi Kamu berada menuju tempat Pantai Ngobaran
  • Klik tombol “Mulai atau Start
  • Kamu akan dipandu secara Langsung (Real Time) oleh Aplikasi ini menuju lokasi wisata Pantai Ngobaran
  • Akan ada suara pemandu yang mengarahkan arah perjalanan Kamu
  • Kamu bisa memilih bahasa pemandu ini dengan masuk ke pengaturan (settings) Google Maps, pilih pengaturan navigasi (navigation settings), lalu pilih suara (voice), lalu klik bahasa pemandu yang Kamu pilih.
  • Jangan lupa membawa power bank ya, karena menjalankan GPS aplikasi ini membutuhkan daya baterai yang lumayan

Pantai Ngobaran Menjadi Tempat Wisata Alam Yogyakarta Terkini Yang Wajib Dikunjungi

Pantai Ngobaran menawarkan sesuatu yang berbeda dari pantai lainnya, yaitu tentang kepercayaan dan kebudayaan yang dibuktikan dengan adanya 4 (empat) bangunan peribadatan yang saling berdampingan. Adanya bangunan-banguan tersebut ditambah dengan kondisi alam yang masih sangat alami, membuat Pantai Ngobaran ini mirip dengan Pantai-Pantai yang ada di Pulau Dewata Bali. Bisa dibilang, Pantai Ngobaran inilah secuil “rasa bali” yang ada di gunung Kidul, Yogyakarta.

salah satu situs di pantai ngobaran gunung kidul, yogyakarta
salah satu situs di pantai ngobaran gunung kidul, yogyakarta. (foto: njogja.co.id)

Itulah tadi ulasan mengenai salah satu obyek wisata Yogyakarta, yaitu Pantai Ngobaran Gunung Kidul. Semoga bisa menambah pengetahuan dan wawasan serta memandu kegiatan wisata Kamu di Yogyakarya. Apabila Kamu menyukai Informasi yang ada di dalam artikel ini, mohon share ke teman jejaring sosial Kamu ya karena bisa jadi sharing Kamu dapat bermanfaat untuk teman-teman yang lain.

Selamat mencoba..



Published by Gieniesta

Menulis buat kamu :)

Leave a Reply

Your email address will not be published.