[Full Review] Tugu Muda Semarang Dan Tragedi Memilukan Di Baliknya

[Full Review] Tugu Muda Semarang Dan Tragedi Memilukan Di Baliknya

Goodpiknik.com – Jika di Surabaya kita mengenal Tugu Pahlawan, maka di Semarang juga ada Tugu serupa tapi tak sama yaitu Tugu Muda. Tugu Muda Kota Semarang ini di bangun sebagai bentuk penghargaan dan mengenang semangat juang patriotism para pemuda semarang saat meletus pertempuran sengit dengan Tentara Jepang selama lima hari di Semarang. Pertempuran itu berlangsung dari tanggal 14 – 19 Oktober 1945 yang banyak meminta korban dari kedua belah pihak.

Lokasi dari Tugu Muda ini berada di titik tengah persimpangan antara Jl. Pandanaran – Jl. Mgr Soegiyopronoto – Jl. Imam Bonjol – Jl. Pemuda – Jl. Dr.Seotomo. Terdapat beberapa gedung bersejarah lainnya di sekeliling bundaran Tugu Muda ini, yaitu Gedung Lawang Sewu, Museum Mandala Bhakti, Wisma Perdamaian yang sekarang menjadi Rumah Dinas Gubernur Jateng dan Gedung Pandanaran yang kini dipakai sebagai kantor Pemkot Semarang.

tugu muda semarang.
tugu muda semarang (foto: WISATAJATENG.COM)

Sejarah  Pembangunan Tugu Muda Semarang

Tugu Muda Semarang pertama kali dibangun pada tanggal 28 Oktober 1945 yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Jawa Tengah, yaitu Mr. Wongsonegoro. Pada awalnya lokasi pembangunan tugu ini berada di area alun-alun, bukan di berada di pertemuan jalan protokoler yang saat ini kita ketahui. Namun, proyek pembangunan tugu muda tersebut menjadi terbengkalai karena sebulan setelahnya ( yaitu: bulan November) meletus persitiwa perang melawan sekutu dan jepang.

Baru kemudian pada tahun 1949, dengan pemrakarsa dari Badan Koordinasi Pemuda Indonesia (BKPI), dimulai kembali rencana pembangunan Tugu Muda ini. Hanya saja, ada beberapa masalah yang menjadi kendala dan membuat rencana pembangunan kembali Tugu Muda juga terbengkalai. Baru 2 (dua) tahun kemudian, yaitu tahun 1951, dibentuk panitia khusus pembangunan Tugu Muda yang diketuai oleh walikota saat itu, yaitu Bapak Hadi Soebeno Sosro Werdoyo. Dan akhirnya, pembangunan Tugu Muda ini pun terlaksana dengan peletakan pertama oleh Gubernur Jawa Tengah saat itu, Bapak Boediono. Hanya saja lokasi pembangunan Tugu bukan lagi di area alun-alun seperti rencana semula, akan tetapi berubah di lokasi persimpangan jalan yang kita kenal sampai saat ini. Rancangan desain tugu muda adalah hasil karya seorang arsitek bernama Salim, sedangkan relief tugu dikerjakan seorang seniman bernama Hendro. Batu yang digunakan untuk pembangunan tugu muda sebagian diambil dari kaliurang dan daerah paker.

Baca Juga :  [Full Review] Kampung Pelangi Semarang, Kreatifitas Yang Disorot Dunia

Perubahan lokasi pembangunan yang mendekati Gedung Lawang Sewu ini untuk mempertegas fungsi dari bangunan tugu muda yaitu mengenang tragedi pertempuran 5 hari di Semarang. Lawang Sewu sendiri merupakan salah satu gedung yang diperebutkan oleh para pejuang yang memakan begitu banyak korban. Setelah selesai dibangun, Tugu Muda diresmikan oleh bapak presiden Indonesia yaitu Ir. Soekarno pada tanggal 20 Mei 1953 yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.

tugu muda semarang jaman dahulu
tugu muda semarang jaman dahulu. (foto: semarang.kotamini.com)

Dahsyatnya Tragedi Pertempuran 5 Hari Di Semarang Dan Kisah Tentang Dokter Kariadi

Salah satu perlawanan terhebat dari para pemuda semarang saat itu sangat menginspirasi jiwa patriotisme pemuda Indonesia. Perang berkecamuk selama 5 hari berturut-turut tanpa mengenal lelah untuk memperjuangkan kemerdekaan tanah kelahiran. Dengan gagah berani, para pemuda berjuang mempertaruhkan nyawa untuk menyerang pasukan Jepang yang saat itu menduduki kota semarang.

Dahsyatnya pertempuran selama 5 hari ini dipicu oleh kaburnya tawanan Jepang tanggal 14 Oktober 1945. Kaburnya tawanan Jepang ini membuat para pemuda Rumah Sakit Purusara (Sekarang RS Dr Kariadi) mencegat dan menggeledah setiap mobil Jepang yang lewat di depan RS. Operasi penggeledahan ini dimulai sejak pukul 06.30 WIB pagi hari, mereka sempat menyita mobil sedan milik Kempetai (satuan polisi militer milik jepang) dan merampas senjata yang mereka bawa. Hingga pada sore harinya, seluruh pemuda ikut bergerak mencari tentara jepang dengan tujuan untuk dijebloskan ke dalam Penjara Bulu (sekarang menjadi LP Wanita Bulu Semarang).

Baca Juga:

[Full Review] Goa Kreo, Waduk Jatibarang Dan Legenda Sunan Kalijaga

[Full Review] Masjid Agung Semarang Dan Keberadaan “Payung Masjid Nabawi”

Atas tindakan para pemuda tersebut, pada pukul 18.00 WIB tentara jepang membalas serangan dengan membawa senjata lengkap dan menangkap beberapa penjaga sumber air minum warga semarang yaitu Reservoir Siranda di Candilama. Para Penjaga tersebut kemudian di bawa ke markas Jepang Kidobutai yang ada di daerah Jatingaleh. Pada malam itu juga tersiar berita bahwa sumber air minum Reservoir itu telah di racuni oleh tentara Jepang.

Baca Juga :  [Full Review] Gedung Marabunta Semarang: Gedung Kuno Dari Sejarah Yang Hilang

Efek dari kabar yang tersiar tersebut membuat warga menjadi resah. Hal tersebut memicu kepala RS Purusara yang bernama Dr. Kariadi untuk segera memeriksa dan memastikan berita tersebut. Dokter Kariadi pun segera meluncur ke lokasi Reservoir untuk melaksanakan niatnya. Suasana pada saat itu begitu mencekam karena tentara Jepang sedang melakukan penyerangan dan ada dimana-mana. Sebenarnya, istri dari Dokter Kariadi yaitu Drg. Soenarti berupaya mencegah niat dari suaminya tersebut, akan tetapi tidak berhasil.

Saat diperjalanan menuju sumber mata air itulah kendaraan Dokter Kariadi dicegat dan ditembaki di jalan pandanaran oleh tentara Jepang. Dokter Kariadi sempat dilarikan ke Rumah Sakit, namun kondisinya sudah tidak tertolong lagi. Dokter Kariadi akhirnya meninggal di usia 40 tahun dan namanya di abadikan menjadi salah satu Rumah Sakit Terbesar di Kota Semarang saat ini, yaitu RS. Kariadi.

tugu muda semarang simbol perjuangan
tugu muda semarang simbol perjuangan

Gambaran Kondisi Tugu Muda Sebagai Obyek Wisata Sejarah Di Semarang

Desain Tugu Muda Semarang ini berbentuk menyerupai lilin yang bermakna semangat perjuangan para pemuda melawan penjajah yang terus menyala. Bangunan ini terbagi menjadi Tiga bagian, yaitu Landasan, Badan dan Kepala Tugu. Pada bagian Landasan terdapat relief dan mempunyai penampang Segi Lima. Di sekiling bangunan tugu, terdapat kolam air mancur dan taman untuk mempercantik desain tugu ini.

Di bagian taman, terdapat replika bambu runcing berjajar lima buah yang menggambarkan senjata para pejuan yang dipakai dalam pertempuran melawan Jepang selama 5 hari berturut-turut. Sedangkan relief yang ada di bagian kaki Tugu Muda berjumlah jumlah 5 yang juga melambangkan jumlah Sila di dalam Pancasila. Sedangkan masing-masing relief itu juga mempunyai makna dan hiasan yang berbeda-beda, yaitu:

  • Relief Hongerodeem, yaitu relief yang menggambarkan penderitaan rakyat dijaman penjajahan. Hongerodeem sendiri berarti penyakit busung lapar.
  • Relief Pertempuran, yaitu semangat perjuangan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan tanah air Indonesia.
  • Relief Penyerangan, yaitu simbol perlawan rakyat Indonesia terhadap penjajahan Jepang dan BelKamu.
  • Relief Korban, yaitu banyaknya korban akibat dari pertempuran Rakyat melawan Penjajah.
  • Relief Kemenangan, yaitu hasil dari perjuangan dan pengorbanan seluruh rakyat yang berujung sebuah kemenangan.
Baca Juga :  [Full Review] Serunya Berfoto di Old City 3D Trick Art Museum Semarang

Saat ini, Tugu Muda Semarang telah menjadi salah satu Kawasan Cagar Budaya berdasarkan Peraturan Daerah No 14 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah 2011 – 2031. Tugu Muda sekarang ini menjadi tempat nongkrong dan berkumpul anak-anak muda Kota Semarang. Pada malam hari, suasana di kawasan Tugu Muda selalu ramai terutama pada malam minggu. Bagi Kamu yang sedang ada di Semarang, luangkanlah waktu berkunjung ke salah satu lokasi wisata semarang ini ya..

nongkrong di tugu muda semarang
nongkrong di tugu muda semarang. (foto: jateng.tribunnews.com)
Akses Rute Menuju Ke Lokasi Wisata Tugu Muda

Nah, bagi Kamu yang masih juga bingung lewat mana rute menuju ke lokasi wisata Tugu Muda ini, cukup manfatkan bantuan Google Maps dari smartphone Kamu dengan cara:

  • Download Google Maps di Play Store, kalau belum mempunyai aplikasi ini
  • Aktifkan fungsi GPS pada smartphone Kamu
  • Buka aplikasi Google Maps
  • Ketik Tugu Muda dibagian pencarian
  • Apabila sudah ketemu, klik pada tombol “Petunjuk Arah atau Direction
  • Saat GPS Kamu Aktif, maka Google Maps akan memberikan rute dari lokasi Kamu berada menuju tempat Tugu Muda
  • Klik tombol “Mulai atau Start
  • Kamu akan dipandu secara Langsung (Real Time) oleh Aplikasi ini menuju lokasi wisata Tugu Muda
  • Akan ada suara pemandu yang mengarahkan arah perjalanan Kamu
  • Kamu bisa memilih bahasa pemandu ini dengan masuk ke pengaturan (settings) Google Maps, pilih pengaturan navigasi (navigation settings), lalu pilih suara (voice), lalu klik bahasa pemandu yang Kamu pilih.
  • Jangan lupa membawa power bank ya, karena menjalankan GPS aplikasi ini membutuhkan daya baterai yang lumayan


Itulah tadi sedikit ulasan mengenai salah satu obyek wisata Sejarah semarang, yaitu Tugu Muda Semarang. Semoga bisa menambah pengetahuan dan wawasan serta memandu kegiatan wisata Kamu di Semarang. Apabila Kamu menyukai Informasi yang ada di dalam artikel ini, mohon share ke teman jejaring sosial Kamu ya karena bisa jadi sharing Kamu dapat bermanfaat untuk teman-teman yang lain.

Selamat berpiknik..



Published by Gieniesta

Menulis buat kamu :)

Leave a Reply

Your email address will not be published.